ISLAM NUSANTARA MENURUT AZYUMARDI AZRA

image

Menurut pak Azyumardi Azra, Islam Nusantara itu adalah Islam yang distinctive, yaitu berbeda dengan Islam lainnya, Islam yang tampil beda sendiri dengan Islam lainnya… Karena apa?
Karena Islam Nusantara itu merupakan hasil

1. Interaksi, yaitu aksi yang saling memberikan pengaruh (resiprokal) antara dua hal, yaitu antara Islam dengan kultur dan budaya masyarakat
2. Kontekstualisasi, yaitu melakukan pendekatan pemahaman secara kontekstual berdasarkan kondisi, lingkungan, zaman, dll, sehingga mereka pun merubah2 hukum Islam dg alasan kontekstualisasi
3. Indigenisasi, yaitu proses membuat sesuatu menjadi lbh native, lokal, berdasarkan kultur setempat, yaitu membuat tradisi yg tdk ada tuntunannya spt 40 harian, selapan, haul, dll
4. Vernakularisasi, yaitu mentransformasi bahasa, mentranslasikan menjadi bahasa lokal, alami atau native, yaitu membaca al-Qur’an dg langgam Jawa, mungkin akan ada pula langgam Medan, Padang, Papua dll
Dan yang diinteraksikan adalah Islam universal, yaitu Islam yang sudah bersifat universal, menyeluruh, mendunia, diinteraksikan dengan realitas sosial, budaya dan agama di Indonesia…
Sehingga, lahirlah Islam Nusantara, yg merupakan hasil perkawinan Islam universal yg sdh sempurna, dinativekan dg sosial, budaya dan agama setempat…
Selain itu, Ortodoksi Islam Nusantara mnrt Pak Azyumardi meliputi elemen
1. Kalam teologi Asy’ariyah
2. Madzhab fikih Syafi’iyah
3  Tashawwuf Ghazali
Dan ketiga elemen ini menurutnya bisa menumbuhkan karakter moderat dan toleran…
FYI, ketiga elemen tsb di atas bukanlah berasal dari native nusantara, namun dipertahankan karena dianggap berpotensi melahirkan karakter moderat dan toleran…
Setelah itu Pak Azyumardi mengatakan, bahwa Islam Nusantara kaya dengan warisan Islam (Islamic legacy) , dan  tdk jelas warisan Islam yg dimaksud seperti apa? Apakah makam2 dan situs2 yang dikeramatkan, atau tradisi2 yang diislamkan yg sudah terakulturasi dengan sosial budaya setempat, atau kah warisan lainnya?
Kata pak Azyumardi, hal ini akan menjadi harapan renaisans atau kebangkitan peradaban Islam global…
Beliau memiliki mindset pemahaman Islam dengan studi biblikal, yg mana menganggap ada masa kegelapan dan Renaissance di dalamnya. Dan menurut beliau, Islam saat ini dalam kondisi terbelakang dan dlm masa kegelapan.
Padahal yg terbelakang itu umat islamnya bukan  Islam itu sendiri…
Dan dia berharap bisa mjd harapan kebangkitan peradaban Islam global atau dunia, dengan membawa Islam Nusantara, bukan Islam Afrika, bukan Islam Asia, bukan islam Eropa, tapi Islam Nusantara yg mana hal ini sejatinya adalah sentimen fanatisme nasionalis yang sempit.
Realitanya, pak Azyumardi itu lbh cenderung kepada menusantarakan Islam daripada mengislamkan Nusantara…
Jadi, hakikat Islam Nusantara itu sebenarnya lbh mengedepankan dan mengagungkan produk kultur budaya, sosial dan pemikiran setempat (native)  daripada Islam itu sendiri…
Karena itu Islam harus diadaptasikan dengan kultur budaya setempat, ketimbang kultur tsb yang harus beradaptasi dengan Islam…
Dan ini sejatinya merupakan upaya menjauhkan Islam itu sendiri…

@abinyasalma

Iklan

Penulis: @abinyasalma

A Father to his precious Daughter | A Husband to his lovely wife | A Sunni Muslim | Writer - Translator - Blogger | Love to Run | @abinyasalma

Pembaca yang baik meninggalkan komentar yang baik

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s