KLARIFIKASI DAN PERMOHONAN MAAF TENTANG ARTIKEL “TETESAN MUKJIZAT AL-QUR’ÂN”

image

☝Saya, Abû Salmâ Muhammad Rachdie, dengan ini telah melakukan kesalahan dan kekeliruan saat menerjemahkan artikel yang di dalamnya berisi “mukjizat” al-Qur’ân berupa bilangan dan angka-angka tertentu. Artikel ini pada asalnya berbahasa Arab, dan dishare oleh guru kami, al-Ustadz DR Nurul Mukhlishin Asyrafuddin, Lc, MA di grup Multaqo ad-Du’at ilallah. Karena isinya yang menarik, maka saya tertarik untuk segera menerjemahkannya dan menyebarkannya ke beberapa media sosial.

▪Sebenarnya, di dalam artikel aslinya yang berbahasa Arab, ada 3 tema, dan tema ketiga adalah keajaiban surat al-Hadid yang sengaja tidak saya sertakan dan terjemahkan karena saya melihat ada beberapa keganjilan dan keanehan, serta cenderung takalluf. Diantara bentuk takalluf tersebut adalah :

1⃣ Dikatakan dalam artikel bahwa “الوزن الذري للحديد 57” atau Massa Atom Besi (Fe) adalah 57, yang dikorelasikan dengan nomor surat al-Hadîd yang memang 57. Setelah saya cek TABEL PERIODIK UNSUR, ternyata massa atom besi adalah 55.845 u ± 0.002 u; yang apabila dibulatkan adalah = 56 u, bukan 57 u. Jadi, di sini sudah salah.
2⃣ Dikatakan di dalam artikel bahwa “العدد الذري للحديد” atau Nomor Atom Besi adalah 26, kemudian di-gathuk-kan dengan nomor surat yang juga 26 ayat. Padahal, surat al-Hadîd ada 29 ayat.
3⃣ Dan masih ada lagi.

▪Adapun artikel pertama tentang bilangan kata-kata “ayyam”, “al-Qomar”, dll dengan jumlah-jumlah tertentu, maka ini adalah ketergelinciran saya tidak melakukan cross-check terlebih dahulu akan keabsahan klaim tersebut. Bahkan, setelah saya telaah kembali, “mukjizat bilangan” ini adalah tidak ada di dalam al-Qur’ân dan termasuk perbuatan “takalluf” (berlebih-lebihan).

✅ Karena itu saya beristighfar kepada Allâh atas kekeliruan ini, dan telah bersalah Abû Salmâ dalam hal ini, dan untuk itu saja rujuk kepada kebenaran, dan menarik terjemahan saya tentang “Tetesan Mukjizat al-Qur’an” yang berupa bilangan yang telah saya share hari ini (16 Dzulhijjah 1436/30 September 2015].

👉 Dan sebagai amanat ilmiah, maka saya turunkan sanggahan dan bantahan terhadap klaim adanya “Mukjizat Bilangan” tersebut di bawah ini [Saya terjemahkan dari situs islamQA.com :

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Segala puji hanyalah milik Allâh.
1⃣ PERTAMA : Kebanyakan orang memang gandrung dengan berbagai bentuk mukjizat di dalam al-Qur’ân, dan diantara bentuknya adalah yang disebut dengan “mukjizat bilangan”. Lalu mereka publikasikan di koran-koran, majalah-majalah dan situs-situs internet struktur/susunan kata-kata yang diulang beberapa kali yang selaras dengan redaksinya, maupun yang sama dengan bilangannya beserta antonim (lawan kata)-nya. Seperti yang mereka klaim tentang pengulangan kata “yaum” sebanyak 365 kali, atau kata “syahr” sebanyak 12 kali, juga klaim mereka terhadap kata-kata yang lain seperti “malaikat dan syaithan”, “dunia dan akhirat”, dll.

🔹 Banyak orang mengira akan benarnya pengulangan kata-kata ini dan menganggapnya sebagai bagian dari mukjizat al-Qur’ân. Mereka tidak bisa membedakan antara “ketelitian al-Qur’ân” dengan “mukjizat”-nya. Menulis buku yang mengandung bilangan-bilangan tertentu dari kata-kata tertentu pula, adalah suatu hal yang bisa dilakukan semua orang. Lalu, dimana letak kemukjizatannya??

🔹Adapun mukjizat pada al-Qur’ân tidaklah seperti hal-hal yang “teliti” seperti ini, namun jauh lebih mendalam dan lebih mulia. Mukjizat al-Qur’ân ini mampu menyebabkan pakar Bahasa Arab yang fasih (fushah) dan sasterawannya tidak berdaya ketika disuruh untuk mendatangkan yang serupa dengan al-Qur’ân, atau 10 surat yang sepadan dengannya, atau bahkan satu surat saja. Tidak seperti ketelitian di atas yang setiap penulis mampu melakukannya, bahkan bisa lebih banyak lagi, terhadap buku yang ditulisnya. Hendaknya Anda berhati-hati tentang hal ini.

🔹Perlu diketahui, bahwa aktivitas sebagian orang-orang ini tidak hanya berkaitan dengan penghitungan angka-angka saja, namun lebih dari itu. Ada diantara mereka yang melakukan penentuan dengan penomoran tersebut tentang “Kehancuran Negara Israel”, yang lainnya bahkan dengan lancangnya melakukan “pembatasan waktu hari kiamat”. Ada pula yang mengada-ada atas al-Qur’ân dengan menyebarkan pendapat bahwa di dalam al-Qur’ân terdapat isyarat akan “peledakan gedung di New York”, dengan mencomot penomoran ayat dan surat at-Taubah beserta juz-nya. Semua ini adalah bentuk olok-olok terhadap Kitâbullâh, yang disebabkan oleh kebodohan terhadap hakikat mukjizat al-Qur’ân.

2⃣ KEDUA :
Dengan meneliti lebih dalam metode penghitungan bilangan yang mereka publikasikan, didapati bahwa sejumlah bilangan dari kata-kata tersebut banyak yang tidak benar. Bahkan didapati bahwa sebagian mereka sengaja menyeleksi sejumlah kata dengan metode yang mencocoki kemauan mereka. Dan semua ini mereka lakukan dalam rangka untuk mencapai yang mereka inginkan dan mereka kira ada di dalam al-Qur’ân.

💬 Syaikh DR Khâlid as-Sabt berkata :
DR Asyraf ‘Abdur Razzâq Quthnah melakukan studi kritis terhadap “mukjizat bilangan” di dalam al-Qur’ân al-Karîm, dan beliau himpun di dalam buku yang berjudul : “Rasmul Mushhâf wal I’jâz al-‘Adadî : Dirôsatan Naqdiyatan fî Kutubil I’jâzil ‘Adadî fîl Qur’ânil Karîm.” [Pola Mushaf dan Mukjizat BIlangan : Studi Kritis terhadap Buku-Buku Mukjizat Bilangan di dalam al-Qur’ân al-Karîm], dan beliau ringkaskan di dalam penutup buku beliau yang mana beliau paparkan dari 3 buah buku, yaitu :
1⃣ I’jâz ar-Raqm 19 [Mukjizat Angka 19] karya Bâsim Jarrâr
2⃣I’jâzul ‘Adadî fîl Qur’ân [Mukjizat Bilangan di dalam al-Qur’ân] karya ‘Abdur Razzâq Naufal
3⃣ Al-Mu’jizah karya ‘Adnân ar-Rifâ’î.

📝 Penulis meringkaskan kesimpulan bukunya dengan mengatakan :
“Saya sampai pada sebuah kesimpulan atas studiku ini bahwa pemikiran Mukjizat Bilangan ini –sebagaimana dipaparkan di dalam buku-buku tersebut di atas- secara mutlak tidak benar. Dan bahwa buku-buku tersebut, acap kali ditulis bersandarkan pada persyaratan yang telah ditentukan dan yang lainnya diseleksi sedemikian rupa, agar seolah-olah menetapkan kebenaran sisi pandang para penulis tersebut dengan cara menggiring para pembacaanya kepada kesimpulan yang telah ditentukan sebelumnya.
Syarat-syarat yang telah ditentukan ini, acapkali dianggap telah keluar dari yang telah ditetapkan oleh konsensus (ijmâ’) ulama, seperti penyelisihan mereka terhadap struktur mushaf ‘Utsmânî, dan hal ini tidak diperbolehkan selama-lamanya. Diantaranya juga bersandar dengan struktur sejumlah kata yang terdapat di salah satu mushaf tanpa memperhitungkan strukturnya di mushaf yang lainnya, dan hal ini dianggap sebagai penyelisihan terhadap dasar-dasar Bahasa Arab baik dari aspek batasan kosakatanya maupun antonim-nya. [Hal 197, Damaskus, Manâr lin Nasyri wat Tauzî’, Cet. I, 1420 H/1999]

💬 DR Fahd ar-Rûmî juga menyampaikan hal yang serupa terhadap DR ‘Abdur Razzâq Naufal yang berupaya menyeleksi kata-kata tertentu agar mencocoki dengan pertimbangan bilangan. Diantara yang beliau sampaikan adalah :
🔹 “Sesungguhnya (klaim DR Naufal yang mengatakan bahwa) kata “al-Yaum” disebutkan di dalam al-Qur’ân sebanyak 365 kali yang sama dengan jumlah hari dalam setahun. Untuk menetapkan klaimnya ini, dia mengumpulkan 2 kata : “al-Yaum” dan “Yauman”, namun mengabaikan kata : “Yaumakum”, “Yaumahum” dan “Yaumaidzin”; karena sekiranya ia tetap menganggapnya maka hasil perhitungannya akan berbeda (dengan yang ia inginkan)! Demikian halnya dengan kata “al-Isti’âdzah” (berlindung) dari syaithan yang (ia klaim) diulang sebanyak 11 kali. Ia memasukkan ke dalam perhitungannya 2 kata : “’A’ûdzu” dan “Fasta’idz”, tanpa kata : “Udztu”, “Ya’ûdzûna”, “A’îdzuhâ” dan “Ma’âdzallâh”.” [Lihat : Ittijâhât at-Tafsîr fil Qornir Râbi’ ‘Asyar (Orientasi Tafsir Abad ke-14) Juz II hal. 699-700; Beirut, Mu’assasah ar-Risâlah, Cet. II, 1414 H.]
Dengan pernyataan ilmiah yang mantap ini, maka telah jelaslah jawaban dari pertanyaan tentang kata “Yaum” berikut bilangannya di dalam al-Qurân al-Karîm.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✏ Abu Salma Muhammad
📅 Cinere, 16 Dzulhijjah 1436 H
              30 September 2015
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
💻 Baca lebih lengkap di sini : http://abusalma.net/2015/09/30/seputar-mukjizat-bilangan-dalam-al-quran-dan-hukum-menggunakan-kalender-masehi/
💾 Download PDF nya di sini : http://abusalma.net/wp-content/uploads/2015/09/ijaz-quran.pdf

Posted from WordPress for Android

Iklan

Penulis: @abinyasalma

A Father to his precious Daughter | A Husband to his lovely wife | A Sunni Muslim | Writer - Translator - Blogger | Love to Run | @abinyasalma

Pembaca yang baik meninggalkan komentar yang baik

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s