MEMAKNAI KEMBALI “LIBERALISME”

image

🔧 MEMAKNAI KEMBALI
‌🇱‌🇮‌🇧‌🇪‌🇷‌🇦‌🇱‌🇮‌🇸‌🇲‌🇪

🎭 Para aktivitis Liberal, sering sekali menggugat dogma agama dan mempertanyakan validitas kitab suci.
🔨 Bahkan, dengan dalih liberalisme, mereka pun juga berani menggugat eksistensi tuhan.
🔩 Ketika mereka berhasil mendekonstruksi ajaran agama lain, kini mereka sekarang sedang berupaya untuk mengarahkan aksi liberalisasi kepada agama Islam.
Lanjutkan membaca “MEMAKNAI KEMBALI “LIBERALISME””

Iklan

“HIKMAH” DARI SEORANG GANDHI…

image

🍃 “HIKMAH” DARI SEORANG
‌🇬‌🇦‌🇳‌🇩‌🇭‌🇮

▪Siapa gerangan yang tak mengenal “Mohandas Karamchand Ghandi” alias “Mahatma Gandhi”?
🔻Seorang karismatik yang diberi gelar Father of Nation (Bapak Negara).
🔻Dia berjuang untuk melepaskan tirani kolonialisme Inggris dengan cara civil disobedience (ketidakpatuhan masyarakat sipil) yang dibangun di atas prinsip ahimsa (non kekerasan) sehingga membawa kepada kemerdekaan India. Lanjutkan membaca ““HIKMAH” DARI SEORANG GANDHI…”

LABEL WAHHABI, TERNYATA DARI ORIENTALIS

image

💬 Dr. Nâshir Tuwaim mengatakan :

“Kaum Orientalis terdahulu, menggunakan istilah ‘Wahhâbiyyah, Wahhâbî, Wahhâbis’ di dalam artikel-artikel dan buku-buku mereka untuk menisbatkan istilah ini kepada gerakan dan pengikut Syaikh Muhammad Ibn ‘Abdul Wahhâb. 
Beberapa Orientalis bahkan memperluas penggunaannya dengan memasukkan istilah ini sebagai :
📒 judul buku mereka, semisal Burckhardt,  Brydges dan Cooper, 
📒 atau sebagai judul artikel mereka, seperti Wilfred Blunt, Margoliouth, Samuel Zwemer, Thomas Patrick Hughes, Samalley dan George Rentz. 
Mereka melakukan hal ini walaupun sebagian dari mereka mengakui bahwa musuh-musuh dakwah inilah yang menggunakan istilah ini untuk menggambarkannya, padahal para pengikut Syaikh Muhammad Ibn ‘Abdul Wahhâb tidak pernah menyandarkan diri mereka kepada istilah ini.

Lanjutkan membaca “LABEL WAHHABI, TERNYATA DARI ORIENTALIS”

Menangkal radikalisme dg islam nusantara = Kebodohan!!

Dalam cuplikan wawancara (Jawa Pos Senin, 27/07/15), Said Aqil Siradj menyatakan bahwa bahwa islam nusantara hadir sebagai jawaban atas paham radikal, yg menurutnya, adalah pemahaman Islam yg menganggap ajaran mereka paling benar dan di luar paham mereka adalah salah! Jk ini yg dimaksud dg radikal, saya yakin ‘beliau’ jg masuk dlm definisi ini.

Jg, dg menyajikan islam nusantara yg “tdk mengajarkan utk membenci, membakar atau bahkan membunuh”, ini menunjukkan inkonsistensi NU, jk beliau berbicara atas nama organisasi tsb. Sebab, jk kita bertanya kpd ‘beliau’, apa sikap dan sumbangsih NU dalam melawan penjajah dan kemerdekaan negara kita? Semua orang haqqul yaqin akan mendengar jawaban, “Banyak!!” Nah, apakah ketika itu masyarakat NU hanya ‘omdo’?! Tdk membenci, membakar bahkan membunuh?! Kita yakin bahwa jawabannya adalah, “mustahil!!”

Lanjutkan membaca “Menangkal radikalisme dg islam nusantara = Kebodohan!!”

ISLAM NUSANTARA MENURUT AZYUMARDI AZRA

image

Menurut pak Azyumardi Azra, Islam Nusantara itu adalah Islam yang distinctive, yaitu berbeda dengan Islam lainnya, Islam yang tampil beda sendiri dengan Islam lainnya… Karena apa?
Karena Islam Nusantara itu merupakan hasil
Lanjutkan membaca “ISLAM NUSANTARA MENURUT AZYUMARDI AZRA”

TANGGAPAN SINGKAT UNTUK LUTHFI ASYAUKANIE

image

Baru2 ini AS melegalkan pernikahan menjijikkan komunitas LGBT (Lesbian Gay Bisexual dan Transgender) dan peresmiannya dianggap kaum LGBT sebagai rainbow day (hari pelangi).
Ironinya, para cendawan dan perusuh Islam dari kalangan liberalis, mengapresiasi hal ini dan menganggapnya sebagai kemerdekaan asasi individu.
Luthfi Asysyaukanie adalah salah satu contoh pembela kaum LGBT dari ratusan tokoh² liberalis tanah air. Dia mengatakan, “Jangan percaya pada orang yang mengklaim sebagai pejuang minoritas namun saat yang sama memusuhi kebebasan individu (termasuk kebebasan kaum LGBT). Sesungguhnya minoritas terkecil adalah individu2. Setiap kita adalah minoritas.”

Lanjutkan membaca “TANGGAPAN SINGKAT UNTUK LUTHFI ASYAUKANIE”

Antara Islam Nusantara dan Islam Rasulullah

[Oleh: Ust DR Arifin Badri (Dewan Pembina KPMI)]

Menurut anda, Islam Nusantara sama atau berbeda dari Islam Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam?

Kalau sama, buat apa nama baru @Islam Nusantara@? karena ternyata sama dengan Islam Arab, karena beliau adalah orang arab.

Kalau beda, maka kelak surganya sama atau beda ya? Lanjutkan membaca “Antara Islam Nusantara dan Islam Rasulullah”

LIBERALISME DAN PEMBUSUKAN SOSIAL

Prolog

Liberalisme telah memberikan pengaruh secara langsung bagi problematika sosial, mulai dari tindakan kekerasan terhadap anak-anak dan peningkatan tingkat kriminalitas dan pemerkosaan. Ada sebuah kecenderungan umum di masyarakat liberal, seperti Inggris dan Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa masalah sosial seakan-akan telah menjadi sebuah hal yang lazim, dalam bentuk wacana akademik dan budaya yang populer.

Prof. Daniel Bell, dosen Ilmu Politik di Universitas Singapura, menyatakan :

Liberalism, it is claimed, contributes to, or at least does not sufficiently take account of, the negative social and psychological effects related to the atomistic tendencies of modern liberal societies. There is undoubtedly a worrying trend in contemporary societies towards a callous individualism that ignores community and social obligations, and liberal theory does not seem up to the task of dealing with this problem. Lanjutkan membaca “LIBERALISME DAN PEMBUSUKAN SOSIAL”